Posted by : Kanayanholic Oct 27, 2017


Your Lie in April merupakan film yang dirilis tahun 2016  bergenre musical & teen-romance yang ceritanya berdasarkan manga populer karya Arakawa Naoshi. Sebelumya kisah dalam manga  juga telah diadaptasi menjadi anime dan disiarkan pada Oktober 2014-Maret 2015. Tokoh utama diperankan oleh Yamazaki Kento sebagai Arima Kosei dan Hirose Suzu sebagai Miyazono Kaori.

Story :
Mengisahkan tentang Arima Kosei, seorang pianis yang sejak usia belia sudah terkenal dan dianggap jenius. Gaya permainan pianonya yang dingin dan kaku membuatnya mendapat julukan "Human Metronome". Hal ini bukan tanpa sebab, Kosei sejak kecil sudah dididik dengan keras oleh ibunya dan terus memaksanya bermain piano dengan sempurna. Kehilangan ibunya membuat Kosei menjadi trauma dan tidak mau kembali bermain piano dengan serius. Di sekolahnya, Kosei bersahabat dengan Sawabe Tsubaki dan Watari Ryota, merekalah yang selalu bersama dengan Kosei setiap harinya. Suatu ketika Watari dan Tsubaki mengajak Kosei berkumpul di taman untuk memperkenalkannya pada seorang perempuan. Karena tak kunjung datang, Kosei pun berkeliling di sekitar taman dan melihat seorang perempuan dengan ceria bermain pianika bersama anak - anak. Mengira Kosei adalah seorang mesum yang mengamatinya, perempuan itu langsung menghampiri Kosei dan berniat menghukumnya. Tepat saat itulah Tsubaki dan Watari datang dan memperkenalkan perempuan tersebut sebagai Miyazono Kaori, seorang violinist. Kosei lalu diajak untuk menonton kompetisi musik yang akan diikuti oleh Kaori. Dengan bujukan Kaori, Kosei yang awalnya enggan pun akhirnya menurutinya dan menjadi sangat kagum setelah melihat kemampuan Kaori bermain biola. Kaori lolos kompetesi itu, dan lagi - lagi ia memohon kepada Kosei untuk
menjadi pengiringnya dalam kompetesi selanjutnya dan Kosei pun menyanggupinya. Saat mereka tampil, Kosei kembali merasakan trauma akan masa lalunya, ia tidak bisa mendengar suara piano dan menjadi semakin canggung. Namun Kaori tetap tenang dan melanjutkan permainannya, melihat kesungguhan Kaori lantas memberikan Kosei semangat untuk melanjutkannya. Kosei yang awalnya pemurung dan sangat menghindari piano, perlahan menjadi ceria berkat dukungan dan keberadaan Kaori di sisinya. Namun, dibalik keceriaan Kaori ternyata ia menyimpan banyak kebohongan yang mengharuskan Kosei berusaha tegar menghadapi hal tersebut dan tetap bermain piano demi Kaori.




My Review :
(+) Kisah cinta pada film ini sudah sangat sering ditemui, keadaan yang menyedihkan mengharuskan mereka tetap tegar menjalani hari - harinya , yang membuat menarik dan berbeda adalah genre musical nya, dimana karakter Kaori sebagai viloinist yang punya idealis bermain musik dengan bebas sedangkan Kosei sebagai pianist yang kaku. Kita akan disuguhi beberapa penampilan konser musik klasik yang indah. Lagu ending yang menyentuh dibawakan oleh Ikimono Gakari berjudul Last Scene, rekomendasi banget buat didengerin. Cinematography yang keren menampilkan setting kota dengan baik, jalanan yang ditumbuhi pohon sakura yang bermekaran juga bikin betah banget nontonnya. Dibandingkan dengan kisah cinta Kosei dan Kaori, aku justru lebih merasa tersentuh dengan kisah Kosei dan ibunya. Disini kita jadi bisa merasakan kesedihan dan ketakutan Kosei akibat masa lalu yang tidak menyenangkan. Pemeran Kosei saat kecil yang emosional juga bagus aktingnya dan mampu membawakan perannya dengan baik.
(-) Karena sudah menonton versi animenya, aku jadi kurang menikmati film ini, karakter Kaori dan Kosei sebenarnya sudah diperankan cukup baik oleh Kento dan Suzu, namun aku seperti kurang mendapatkan feel-nya. Bagi yang sudah sering menonton film dengan konsep seperti ini juga pasti merasa ceritanya sudah cukup klise serta membuat ending tidak terlalu mengejutkan dan mudah ditebak.

Final Score :
Story : 3.5/5
Characters : 3.5/5
Cinematography : 4/5
Musics : 4/5





- Copyright © 2013 Natsukoi-pop | Review | J-musics | Dorama | J-Movies | etc . . . - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -