Archive for November 2017
[Review] Daytime Shooting Star (Hirunaka no Ryuusei)
![]() |
| Image Source |
Daytime Shoting Star
(Hirunaka no Ryuusei) adalah movie yang dirilis pada 24 Maret 2017 dan diangkat dari manga
karya Yamamori Mika. Karakter Diperankan oleh tokoh utama Nagano Mei sebagai Yosano Suzume serta Miura Shohei sebagai Sishio Satsuki dan Shirahama Aran sebagai Mamura Daiki.
Movie ini bergenre romance dengan mengambil setting di masa sekolah.
Story :
Yosano Suzume adalah seorang
gadis desa yang pertama kali datang ke Tokyo untuk melanjutkan sekolahnya di
SMA. Karena tidak pernah ke sana, ia pun kebingungan dan sempat tersesat saat
mencari rumah pamannya. Kelelahan serta kelaparan pun membuatnya pingsan, saat
itulah Sishio datang menolongnya. Suzume yang kebingungan saat bangun dari
pingsannya ternyata sudah berada di rumah pamannya. Paman Suzume pun memperkenalkannya dengan Sishio, adik kelasnya
saat di universitas. Tak disangka, ternyata Sishio adalah wali kelas Suzume di
sekolahnya yang baru. Sikap Sishio yang ramah dan perhatian terhadapnya membuat Suzume sering
salah tingkah ketika menghadapi gurunya itu. Hari pertamanya di kelas tidak berjalan begitu baik karena ternyata teman sebelahnya di kelas bernama Mamura adalah cowok yang sedikit aneh karena bersikap sangat dingin dan jutek pada Suzume. Ketika mengetahui bahwa ternyata sebenarnya Mamura sangat anti terhadap perempuan, Suzume tetap mendekatinya dan berusaha berteman dengan Mamura. Suzume juga
kemudian mengenal Nekota Yuyuka, gadis jutek yang awalnya membenci Suzume karena dekat
dengan Mamura yang disukainya. Dengan kepolosan dan ketulusan Suzume, ia pun justru jadi
bersahabat dengan Yuyuka walaupun awalnya sering bertengkar. Seiring berjalannya
waktu, Suzume mulai dapat beradaptasi dengan kehidupan Tokyo dan merubah
penampilannya menjadi lebih modis. Sishio yang selalu berada di dekatnya pun
menjadikan Suzume mulai merasakan perasaan cinta padanya. Namun, hubungan cinta
yang terpaut usia yang jauh menjadikan hubungan mereka menjadi rumit.
My review :
(+) Movie ini bikin aku
antusias banget saat pertama lihat cast-nya, apalagi kalo bukan karena ada si
Miura Shohei yang menurutku sangat cocok memerankan karakter Sishio sensei dari
segi look dan karakter yang biasa ia perankan. Nagano Mei juga dapat
menghidupkan karakter Suzume yang polos nan lugu. Dari segi karakter Aran juga
cukup baik memerankan tokoh Mamura yang tsundere. Nuansa film yang dihadirkan
di movie ini cukup heartwaring karena kisah cinta yang manis dan romantis. Pace
film juga menurutku pas, tidak terlalu cepat ataupun lambat sehingga tidak bikin boring saat menontonnya. Salah satu hal yang paling punya daya tarik
adalah setting tempat yang dipilih sangat memanjakan mata, misalnya adegan paling OK adalah saat
di sekolah dan di taman, pengambilan gambar yang jernih serta pencahayaan yang
baik dapat dinikmati sepanjang film. Banyak juga adegan romantis yang terjadi
antara Suzume dan Sishio ditampilkan, bikin chemistry mereka semakin hidup.
Tidak sedikit juga akhirnya banyak penggemar baru bermunculan karena menyukai akting Miura
Shohei sebagai Sishio sensei. Buat penggemar cerita romance yang suka dengan sosok pria dewasa yang lembut dan hangat, movie ini pantas dijadikan pilihan. Movie ini
juga menyampaikan pesan bahwa cinta yang tulus tidak memandang usia serta untuk tidak
menghakimi seseorang dari sifatnya yang sepertinya buruk sebelum mengenalnya
lebih jauh.
(-) Kisah cinta segitiga
di sekolah merupakan hal yang cukup klise, selain itu karakter Suzume sebagai “gadis
desa yang datang ke kota” serta karakter Mamura sebagai cowok jutek banget tapi
sebenernya lembut (tsundere) juga bukanlah hal yang baru. Apalagi ada hubungan
antara murid – guru yang digambarkan oleh tokoh Sishio Sensei dan Suzume mungkin akan membuat beberapa orang tidak terlalu menyukainya. Selain itu sejak
kemunculan LA ini para pembaca manga banyak yang komplain tentang tidak
cocoknya Aran untuk memerankan karakter Mamura dan lebih memilih aktor Sakaguchi
kentaro. Karena aku bukan pengikut manganya jadi tidak terlalu terganggu dengan
hal ini sih, yah walaupun pada akhirnya aku juga lebih memilih Suzume-Sishio
daripada Suzume-Mamura. Akhir cerita yang mudah ditebak juga jadi alasan tidak
terlalu menikmati movie ini. Tapi, bagi para peminat kisah cinta yang manis ini akan sangat cocok untuk jadi tontonan.
Final Score :
Story : 3/5
Characters : 3.5/5
Cinematography : 4/5
Music : 3.5/5
[Review] Peach Girl
Peach Girl adalah movie yang diangkat dari manga karya
Ueda Mowa dan telah dirilis pada 20 Mei 2017 lalu. Dengan mengusung genre teen-romance dan dibintangi oleh
Yamamoto Mizuki sebagai Adachi Momo, Mackenyu sebagai Toujigamori Kazuya, Inoo Kei sebagai
Okayasu Kairi dan juga Nagano Mei sebagai Kashiwagi Sae.
Story :
Adachi Momo adalah gadis
SMA yang tomboi, berkulit coklat dan punya penampilan nyentrik sehingga banyak
membuat orang – orang berpikiran negatif tentangnya. Suatu ketika saat memasuki
kelas, Momo mendengar teman – temannya bergosip jelek tentangnya, Momo pun
kesal dan saat hendak menghampiri mereka, Touji mendahului dan membela Momo.
Momo pun merasa tersanjung dan karena memang sudah menyukai Touji sejak lama lantas semakin ingin menjadi pacarnya. Di sekolah, Momo punya satu- satunya sahabat
bernama Sae, ia adalah selebriti yang punya banyak fans dimana – mana.
Tapi satu sifat Sae yang membuat Momo merasa heran adalah ia selalu menyukai dan ingin memiliki sesuatu yang juga disukai oleh Momo. Maka, ketika Sae menyadari bahwa Momo menyukai Touji, Momo pun mengelaknya dan dengan sekenanya menunjuk dan mengatakan bahwa ia menyukai Okayasu Kairi, cowok cute dan ceria yang juga jadi pujaan para gadis di sekolahnya. Kairi ternyata adalah teman Momo semasa SMP dan telah menyukai Momo sejak lama. Namun karena sifat Kairi yang genit dan suka menggodanya membuat Momo justru jadi semakin kesal terhadapnya. Walaupun Momo menyukai Touji, Kairi tidak marah dan justru mendukung hubungan mereka berdua. Momo yang berhasil menjadi pasangan Touji pun mendapat banyak masalah yang ternyata disebabkan tidak lain oleh orang yang dianggap sahabatnya sendiri, yaitu Sae. Momo pun berusaha tetap menjaga persahabatan mereka walaupun telah berkali – kali disakiti.
Tapi satu sifat Sae yang membuat Momo merasa heran adalah ia selalu menyukai dan ingin memiliki sesuatu yang juga disukai oleh Momo. Maka, ketika Sae menyadari bahwa Momo menyukai Touji, Momo pun mengelaknya dan dengan sekenanya menunjuk dan mengatakan bahwa ia menyukai Okayasu Kairi, cowok cute dan ceria yang juga jadi pujaan para gadis di sekolahnya. Kairi ternyata adalah teman Momo semasa SMP dan telah menyukai Momo sejak lama. Namun karena sifat Kairi yang genit dan suka menggodanya membuat Momo justru jadi semakin kesal terhadapnya. Walaupun Momo menyukai Touji, Kairi tidak marah dan justru mendukung hubungan mereka berdua. Momo yang berhasil menjadi pasangan Touji pun mendapat banyak masalah yang ternyata disebabkan tidak lain oleh orang yang dianggap sahabatnya sendiri, yaitu Sae. Momo pun berusaha tetap menjaga persahabatan mereka walaupun telah berkali – kali disakiti.
My Review :
(+) Mengisahkan hubungan
percintaan, persahabatan dan berbagai
kejadian masa sekolah, movie ini bisa bikin kita tertawa dengan akting para pemainnya yang sukses membawakan peran masing masing. Yamamoto Mizuki yang membawakan peran Momo cocok dengan image gadis tomboi dan
nakal, Mackenyu
dengan image cool dan baik hati pun
bisa bikin kita melting melihat
aktingnya sebagai Touji. Dan yang tidak kalah lucu adalah akting Inoo Kei, member grup Hey!
Say! Jump! yang punya wajah babyface ini
juga pas banget memerankan karakter Kairi yang genit abis. Sedangkan Nagano Mei yang biasanya memerankan karakter yang cute
dan polos, disini justru jadi karakter yang menyebalkan dan jahat, banyak
adegan konyol yang dilakukannya sehingga membuat movie ini makin seru. Dibalik
cerita nya yang konyol juga banyak terselip pesan, salah satunya adalah untuk tidak
menjudge seseorang hanya dari segi penampilannyanya.
Seperti Momo yang kelihatannya nakal namun sebenarnya bersifat lembut, hubungan Kairi dengan keluarganya yang membuatnya tertekan dan tidak nampak pada
sifatnya yang ceria, maupun latar belakang Sae, sosok gadis sempurna yang
banyak dipuja tapi ternyata memiliki sifat yang buruk. Adegan sedih di movie
ini ternyata berhasil bikin aku merasa terharu juga, akting Yamamoto Mizuki
sebagai Momo dan Inoo Kei sebagai Kairi cukup bagus dan terasa natural.
(-) Saat menonton trailer
movie ini sebenarnya aku tidak terlalu excited, karena cerita romance yang berlatarbelakang
di dunia sekolah biasanya sangat klise dan tidak ada sesuatu yang benar benar spesial maupun berbeda. Yang membuat
movie ini menarik hanyalah cast-nya
yang memang sudah punya cukup nama dan sering memainkan movie bergenre sejenis. Pada permulaan cerita, kisah Momo dan Touji
seperti terasa terburu – buru dan adegan yang mereka lakukan juga kurang bikin
simpati. Selain itu, jalan cerita juga tidak terlalu fokus pada hubungan Momo, melainkan banyak konflik dan masalah
pada setiap karakternya dan penyelesaiannya menjadi bertumpuk. Akhir cerita
mudah sekali ditebak dan sekali lagi, nothing
special with this movie. Background musiknya juga beberapa tidak original,
banyak lagu – lagu yang sudah populer sebelumnya diselipkan, seperti lagu Kimi
ga Iru-nya Ikimono Gakari maupun Call Me Maybe-nya Carly Rae Jepsen, padahal
menurutku OST itu adalah salah satu faktor yang mendukung kualitas suatu movie. Pada intinya, movie ini cocok buat yang membutuhkan
tontonan ringan dan membuat tertawa , namun jangan berekspetasi lebih ya.
Final Score
Story : 3/5
Characters : 3.5/5
Cinematography : 4/5
Music : 3/5
[Review] Let's Go, Jets !

J-movie yang dirilis Maret tahun 2017 ini cukup menarik perhatianku, dengan sederet nama yang cukup populer akhir-akhir ini ikut membintanginya, diantaranya ada Hirose Suzu dan Mackenyu.
Berasal dari kisah nyata yang menceritakan tentang perjuangan sekelompok siswi SMA dalam meraih impiannya untuk menjadi kelompok cheerdance yang memenangkan kompetisi tingkat dunia.
Berasal dari kisah nyata yang menceritakan tentang perjuangan sekelompok siswi SMA dalam meraih impiannya untuk menjadi kelompok cheerdance yang memenangkan kompetisi tingkat dunia.
Story :
Tomonaga Hikari (Hirose Suzu) adalah siswi SMA yang awalnya mengikuti klub cheerdance hanya untuk menarik perhatian cowok yang disukainya, Yamashita Kosuke (Mackenyu). Ketika ia memasuki klub tersebut, walaupun tanpa ada bakat yang berarti ia tetap mengikutinya. Karena memang tidak memiliki motivasi yang begitu kuat, ia pun nyaris berhenti karena tidak betah dengan tekanan yang ia rasakan. Pelatih klub tersebut, Saotome Kaoruko adalah orang yang tegas dan tidak pandang bulu dalam melatih anggota klub. Tidak heran banyak anggota senior yang memilih keluar. Setelah melalui berbagai latihan, klub tersebut tampil sangat kacau pada awal debut pertandingannya dan tak lebih dari sekumpulan gadis remaja yang ingin mempertahankan egonya masing - masing. Berbagai perselisihan muncul, namun Hikari yang menemukan motivasinya pun tetap mempertahankan klub tersebut bersama orang - orang yang memiliki rasa optimis sama dengannya. Klub tersebut pun membuktikan bisa meraih juara pada kompetisi lokal, namun masih ada mimpi yang lebih besar yang harus dicapai, yaitu memenangkan kompetisi dunia di Amerika. Walaupun terlihat mustahil, mereka tetap berlatih keras dengan mengusung nama grup Jets ! demi membanggakan sekolahnya serta membuktikan kesungguhan klub tersebut pada orang - orang yang telah meremehkan mereka.
My Review :
(+) Movienya yang bersetting-kan di dunia SMA dengan dibumbui kisah perjuangan dan kerja keras menggapai mimpinya bisa bikin termotivasi banget. Movie ini juga banyak diselipi unsur humor yang sukses bikin ketawa. Keberagaman sifat dan karakter yang unik bikin semakin seru, apalagi kisah perjuangan mereka juga masing - masing diceritakan walaupun hanya sekilas namun cukup bikin emosional. Seperti Hikari yang ceria, namun tidak punya motivasi kuat, akhirnya bisa menemukan mimpinya di klub cheerdance ini. Lalu ada Tamaki Ayano, figur pemimpin yang memiliki ketegasan dan kewibawaan namun sangat kaku dan tidak pandai bersosialisasi. Ada juga Kito Yui, karena sifatnya yang bebas dan tak mau dikekang dengan aturan membuatnya banyak tidak disukai, selain itu masih banyak sederet karakter yang menambah poin plus film ini. Penampilan cheerdancenya juga OK banget ! Mereka benar- benar terlihat seperti real cheerdance club. Movie ini juga banyak disisipi lagu berbahasa inggris populer yang pasti sudah gak asing ditelinga kita, serta OST yang ceria dibawakan oleh Sakurako Ohara.
(-) Buat movie yang diangkat dari kisah nyata, karakternya yang beragam seperti terlihat setting-an banget. Progress pertandingan mereka juga tidak diperlihatkan secara utuh, jadi hanya awal debut dan akhir, dan itu perbedaannya jauh banget, sepertinya hal ini karena faktor durasi. Walaupun memang bukan film bergenre romance, sebenarnya aku lebih berharap kisah Hikari dan Kousuke lebih diperjelas lagi.
Final Score :
Story : 4/5
Characters : 3.5/5
Cinematography : 4/5
Music : 4/5

















