Archive for 2017

[Review] Daytime Shooting Star (Hirunaka no Ryuusei)

Image Source
Daytime Shoting Star (Hirunaka no Ryuusei) adalah movie yang dirilis pada 24 Maret 2017 dan diangkat dari manga karya Yamamori Mika. Karakter Diperankan oleh tokoh utama Nagano Mei sebagai Yosano Suzume serta Miura Shohei sebagai Sishio Satsuki dan Shirahama Aran sebagai Mamura Daiki. Movie ini bergenre romance dengan mengambil setting di masa sekolah.

Story :
Yosano Suzume adalah seorang gadis desa yang pertama kali datang ke Tokyo untuk melanjutkan sekolahnya di SMA. Karena tidak pernah ke sana, ia pun kebingungan dan sempat tersesat saat mencari rumah pamannya. Kelelahan serta kelaparan pun membuatnya pingsan, saat itulah Sishio datang menolongnya. Suzume yang kebingungan saat bangun dari pingsannya ternyata sudah berada di rumah pamannya. Paman Suzume  pun memperkenalkannya dengan Sishio, adik kelasnya saat di universitas. Tak disangka, ternyata Sishio adalah wali kelas Suzume di sekolahnya yang baru. Sikap Sishio yang ramah dan perhatian terhadapnya membuat Suzume sering salah tingkah ketika menghadapi gurunya itu. Hari pertamanya di kelas tidak berjalan begitu baik karena ternyata teman sebelahnya di kelas bernama Mamura adalah cowok yang sedikit aneh karena bersikap sangat dingin dan jutek pada Suzume. Ketika mengetahui bahwa ternyata sebenarnya Mamura sangat anti terhadap perempuan, Suzume tetap mendekatinya dan berusaha berteman dengan Mamura. Suzume juga kemudian mengenal Nekota Yuyuka, gadis jutek yang awalnya membenci Suzume karena dekat dengan Mamura yang disukainya. Dengan kepolosan dan ketulusan Suzume, ia pun justru jadi
bersahabat dengan Yuyuka walaupun awalnya sering bertengkar. Seiring berjalannya waktu, Suzume mulai dapat beradaptasi dengan kehidupan Tokyo dan merubah penampilannya menjadi lebih modis. Sishio yang selalu berada di dekatnya pun menjadikan Suzume mulai merasakan perasaan cinta padanya. Namun, hubungan cinta yang terpaut usia yang jauh menjadikan hubungan mereka menjadi rumit.




My review :
(+) Movie ini bikin aku antusias banget saat pertama lihat cast-nya, apalagi kalo bukan karena ada si Miura Shohei yang menurutku sangat cocok memerankan karakter Sishio sensei dari segi look dan karakter yang biasa ia perankan. Nagano Mei juga dapat menghidupkan karakter Suzume yang polos nan lugu. Dari segi karakter Aran juga cukup baik memerankan tokoh Mamura yang tsundere. Nuansa film yang dihadirkan di movie ini cukup heartwaring karena kisah cinta yang manis dan romantis. Pace film juga menurutku pas, tidak terlalu cepat ataupun lambat sehingga tidak bikin boring saat menontonnya. Salah satu hal yang paling punya daya tarik adalah setting tempat yang dipilih sangat memanjakan mata, misalnya adegan paling OK adalah saat di sekolah dan di taman, pengambilan gambar yang jernih serta pencahayaan yang baik dapat dinikmati sepanjang film. Banyak juga adegan romantis yang terjadi antara Suzume dan Sishio ditampilkan, bikin chemistry mereka semakin hidup. Tidak sedikit juga akhirnya banyak penggemar baru bermunculan karena menyukai akting Miura Shohei sebagai Sishio sensei. Buat penggemar cerita romance yang suka dengan sosok pria dewasa yang lembut dan hangat, movie ini pantas dijadikan pilihan. Movie ini juga menyampaikan pesan bahwa cinta yang tulus tidak memandang usia serta untuk tidak menghakimi seseorang dari sifatnya yang sepertinya buruk sebelum mengenalnya lebih jauh.


(-) Kisah cinta segitiga di sekolah merupakan hal yang cukup klise, selain itu karakter Suzume sebagai “gadis desa yang datang ke kota” serta karakter Mamura sebagai cowok jutek banget tapi sebenernya lembut (tsundere) juga bukanlah hal yang baru. Apalagi ada hubungan antara murid – guru yang digambarkan oleh tokoh Sishio Sensei dan Suzume mungkin akan membuat beberapa orang tidak terlalu menyukainya. Selain itu sejak kemunculan LA ini para pembaca manga banyak yang komplain tentang tidak cocoknya Aran untuk memerankan karakter Mamura dan lebih memilih aktor Sakaguchi kentaro. Karena aku bukan pengikut manganya jadi tidak terlalu terganggu dengan hal ini sih, yah walaupun pada akhirnya aku juga lebih memilih Suzume-Sishio daripada Suzume-Mamura. Akhir cerita yang mudah ditebak juga jadi alasan tidak terlalu menikmati movie ini. Tapi, bagi para peminat kisah cinta yang manis ini akan sangat cocok untuk jadi tontonan.

Final Score :
Story : 3/5
Characters : 3.5/5
Cinematography : 4/5
Music : 3.5/5

[Review] Peach Girl


Peach Girl adalah movie yang diangkat dari manga karya Ueda Mowa dan telah dirilis pada 20 Mei 2017 lalu. Dengan mengusung genre teen-romance dan dibintangi oleh Yamamoto Mizuki sebagai Adachi Momo, Mackenyu sebagai Toujigamori Kazuya, Inoo Kei sebagai Okayasu Kairi dan juga Nagano Mei sebagai Kashiwagi Sae.










Story :
Adachi Momo adalah gadis SMA yang tomboi, berkulit coklat dan punya penampilan nyentrik sehingga banyak membuat orang – orang berpikiran negatif tentangnya. Suatu ketika saat memasuki kelas, Momo mendengar teman – temannya bergosip jelek tentangnya, Momo pun kesal dan saat hendak menghampiri mereka, Touji mendahului dan membela Momo. Momo pun merasa tersanjung dan karena memang sudah menyukai Touji sejak lama lantas semakin ingin menjadi pacarnya. Di sekolah, Momo punya satu- satunya sahabat bernama Sae, ia adalah selebriti yang punya banyak fans dimana – mana. 
Tapi satu sifat Sae yang membuat Momo merasa heran adalah ia selalu menyukai dan ingin memiliki sesuatu yang juga disukai oleh Momo. Maka, ketika Sae menyadari bahwa Momo menyukai Touji, Momo pun mengelaknya dan dengan sekenanya menunjuk dan mengatakan bahwa ia menyukai Okayasu Kairi, cowok cute dan ceria yang juga jadi pujaan para gadis di sekolahnya. Kairi ternyata adalah teman Momo semasa SMP dan telah menyukai Momo sejak lama. Namun karena sifat Kairi yang genit dan suka menggodanya membuat Momo justru jadi semakin kesal terhadapnya. Walaupun Momo menyukai Touji, Kairi tidak marah dan justru mendukung hubungan mereka berdua. Momo yang berhasil menjadi pasangan Touji pun mendapat banyak masalah yang ternyata disebabkan tidak lain oleh orang yang dianggap sahabatnya sendiri, yaitu Sae. Momo pun berusaha tetap menjaga persahabatan mereka walaupun telah berkali – kali disakiti. 



My Review :

(+) Mengisahkan hubungan percintaan, persahabatan dan berbagai kejadian masa sekolah, movie ini bisa bikin kita tertawa dengan akting para pemainnya yang sukses membawakan peran masing masing. Yamamoto Mizuki yang membawakan peran Momo cocok dengan image gadis tomboi dan
nakal, Mackenyu dengan image cool dan baik hati pun bisa bikin kita melting melihat aktingnya sebagai Touji. Dan yang tidak kalah lucu adalah akting Inoo Kei, member grup Hey! Say! Jump! yang punya wajah babyface ini juga pas banget memerankan karakter Kairi yang genit abis. Sedangkan Nagano Mei yang biasanya memerankan karakter yang cute dan polos, disini justru jadi karakter yang menyebalkan dan jahat, banyak adegan konyol yang dilakukannya sehingga membuat movie ini makin seru. Dibalik cerita nya yang konyol juga banyak terselip pesan, salah satunya adalah untuk tidak menjudge seseorang hanya dari segi penampilannyanya. Seperti Momo yang kelihatannya nakal namun sebenarnya bersifat lembut, hubungan Kairi dengan keluarganya yang membuatnya tertekan dan tidak nampak pada sifatnya yang ceria, maupun latar belakang Sae, sosok gadis sempurna yang banyak dipuja tapi ternyata memiliki sifat yang buruk. Adegan sedih di movie ini ternyata berhasil bikin aku merasa terharu juga, akting Yamamoto Mizuki sebagai Momo dan Inoo Kei sebagai Kairi cukup bagus dan terasa natural.

(-) Saat menonton trailer movie ini sebenarnya aku tidak terlalu excited, karena cerita romance yang berlatarbelakang di dunia sekolah biasanya sangat klise dan tidak ada sesuatu yang benar  benar spesial maupun berbeda. Yang membuat movie ini menarik hanyalah cast-nya yang memang sudah punya cukup nama dan sering memainkan movie bergenre sejenis. Pada permulaan cerita, kisah Momo dan Touji seperti terasa terburu – buru dan adegan yang mereka lakukan juga kurang bikin simpati. Selain itu, jalan cerita juga tidak terlalu fokus pada hubungan Momo, melainkan banyak konflik dan masalah pada setiap karakternya dan penyelesaiannya menjadi bertumpuk. Akhir cerita mudah sekali ditebak dan sekali lagi, nothing special with this movie. Background musiknya juga beberapa tidak original, banyak lagu – lagu yang sudah populer sebelumnya diselipkan, seperti lagu Kimi ga Iru-nya Ikimono Gakari maupun Call Me Maybe-nya Carly Rae Jepsen, padahal menurutku OST itu adalah salah satu faktor yang mendukung kualitas suatu movie. Pada intinya, movie ini cocok buat yang membutuhkan tontonan ringan dan membuat tertawa , namun jangan berekspetasi lebih ya.

Final Score
Story : 3/5
Characters : 3.5/5
Cinematography : 4/5
Music : 3/5

[Review] Let's Go, Jets !



J-movie yang dirilis Maret tahun 2017 ini cukup menarik perhatianku, dengan sederet nama yang cukup populer akhir-akhir ini ikut membintanginya, diantaranya ada Hirose Suzu dan Mackenyu.  
Berasal dari kisah nyata yang menceritakan tentang perjuangan sekelompok siswi SMA dalam meraih impiannya untuk menjadi kelompok cheerdance yang memenangkan kompetisi tingkat dunia.




Story :
Tomonaga Hikari (Hirose Suzu) adalah siswi SMA yang awalnya mengikuti klub cheerdance hanya untuk menarik perhatian cowok yang disukainya, Yamashita Kosuke (Mackenyu). Ketika ia memasuki klub tersebut, walaupun tanpa ada bakat yang berarti ia tetap mengikutinya. Karena memang tidak memiliki motivasi yang begitu kuat, ia pun nyaris berhenti karena tidak betah dengan tekanan yang ia rasakan. Pelatih klub tersebut, Saotome Kaoruko adalah orang yang tegas dan tidak pandang bulu dalam melatih anggota klub. Tidak heran banyak anggota senior yang memilih keluar. Setelah melalui berbagai latihan, klub tersebut tampil sangat kacau pada awal debut pertandingannya dan tak lebih dari sekumpulan gadis remaja yang ingin mempertahankan egonya masing - masing. Berbagai perselisihan muncul, namun Hikari yang menemukan motivasinya pun tetap mempertahankan klub tersebut bersama orang - orang yang memiliki rasa optimis sama dengannya. Klub tersebut pun membuktikan bisa meraih juara pada kompetisi lokal, namun masih ada mimpi yang lebih besar yang harus dicapai, yaitu memenangkan kompetisi dunia di Amerika. Walaupun terlihat mustahil, mereka tetap berlatih keras dengan mengusung nama grup Jets ! demi membanggakan sekolahnya serta membuktikan kesungguhan klub tersebut pada orang - orang yang telah meremehkan mereka.

My Review :
 (+) Movienya yang bersetting-kan di dunia SMA dengan dibumbui kisah perjuangan dan kerja keras menggapai mimpinya bisa bikin termotivasi banget. Movie ini juga banyak diselipi unsur humor yang sukses bikin ketawa. Keberagaman sifat dan karakter yang unik bikin semakin seru, apalagi kisah perjuangan mereka juga masing - masing diceritakan walaupun hanya sekilas namun cukup bikin emosional. Seperti Hikari yang ceria, namun tidak punya motivasi kuat, akhirnya bisa menemukan mimpinya di klub cheerdance ini. Lalu ada Tamaki Ayano, figur pemimpin yang memiliki ketegasan dan kewibawaan namun sangat kaku dan tidak pandai bersosialisasi. Ada juga Kito Yui, karena sifatnya yang bebas dan tak mau dikekang dengan aturan membuatnya banyak tidak disukai, selain itu masih banyak sederet karakter yang menambah poin plus film ini. Penampilan cheerdancenya juga OK banget ! Mereka benar- benar terlihat seperti real cheerdance club. Movie ini juga banyak disisipi lagu berbahasa inggris populer yang pasti sudah gak asing ditelinga kita, serta OST yang ceria dibawakan oleh Sakurako Ohara.
(-) Buat movie yang diangkat dari kisah nyata, karakternya yang beragam seperti terlihat setting-an banget. Progress pertandingan mereka juga tidak diperlihatkan secara utuh, jadi hanya awal debut dan akhir, dan itu perbedaannya jauh banget, sepertinya hal ini karena faktor durasi. Walaupun memang bukan film bergenre romance, sebenarnya aku lebih berharap kisah Hikari dan Kousuke lebih diperjelas lagi.

Final Score :
Story : 4/5
Characters : 3.5/5
Cinematography : 4/5
Music : 4/5

[J-music] Kolaborasi Keren Antara Penyanyi Jepang Dan Barat (Part 2)


Sebelumnya, artikel serupa yang merupakan bagian pertama juga pernah kubahas di sini. Berikut merupakan daftar selanjutnya tentang kolaborasi Penyanyi yang berasal dari Jepang dan Barat yang kurekomendasikan buat didengarkan :

1. Flower feat Little Mix – Dreaming Together
Kolaborasi Flower dengan girlband asal Inggris, Little Mix ini menghasilkan lagu up-beat dan easy listening berjudul Dreaming Together. Masing – masing grup mengeluarkan kemampuan terbaik bernyanyi dan dancenya pada MV (cek disini). Lagu ini dirilis dalam album Flower yang berjudul Hanadokei pada tahun 2015.


2. Nick Carter feat Nissy – Nothing’s Gonna Change My Love For You
Nissy yang merupakan anggota group AAA, pernah berduet dengan Nick Carter yang merupakan anggota boyband Backstreet Boys dalam lagu Nothing’s Gonna Change My Love for You. Lagu ini dirilis pada tahun 2016 dalam single promosi Jepang milik Nick Carter. Lagunya ballad dan dinyanyikan keduanya dalam full english. Tak disangka ternyata kemampuan Nissy bernyanyi dalam english cukup baik.


3. May J feat Daniel Powter – Back To Your Heart
Lagu ini merupakan single milik May J yang dirilis pada tahun 2013. May J berkolaborasi dengan musisi populer asal Kanada, Daniel Powter dengan lirik lagu bilingual. Kolaborasi ini juga dirilis MV nya (cek disini) dalam format –Story edition- dengan menampilkan adegan yang cukup emosional.


4. Owl City feat Sekai no Owari - Tokyo
Kolaborasi antara kedua musisi yang memiliki aliran musik yang sejenis ini adalah pada lagu berjudul Tokyo. Lagu ini dinyanyikan dengan baik oleh Adam Young(vokalis Owl City) dan Fukase (Vokalis Sekai no Owari). Tokyo merupakan single milik Owl City untuk promosi di Jepang pada tahun 2014. MVnya (cek disini) menampilkan duet live mereka di atas panggung saat di Jepang.


5. ONE OK ROCK ( feat Avril Lavigne, 5 SOS, Kellin Quinn, Alex Gaskarth )
ONE OK ROCK jadi salah satu musisi yang paling sering melakukan duet dengan musisi barat semenjak karir internasionalnya melesat. Diantaranya dengan Avril Lavigne pada lagu Listen, dengan 5SOS pada lagu Take What You Want, Dengan Kellin Quinn dalam lagu Paper Plans serta dengan Alex Gaskarth pada lagu Jaded. Semuanya dirilis dalam album milik ONE OK ROCK dan merupakan lagu pop-rock yang bikin semangat saat mendengarkannya.





[J-music] Penyanyi J-pop yang Berasal Dari Luar Jepang

Jepang memang terkenal dengan kecintaannya dengan musik yang dihasilkan oleh warga negaranya sendiri. Di Chart Oricon pasti mayoritas akan dikuasai oleh artis dalam negerinya. Sebagai salah satu pasar musik terbesar di dunia, Jepang juga cukup terbuka terhadap musisi – musisi luar negeri yang ingin berkarir di negeri mereka. Berikut merupakan beberapa musisi yang memilih berkarir di Jepang dan kerap mengisi berbagai soundtrack sehingga membuat namanya cukup populer, diantaranya :


Monkey Majik
Monkey Majik adalah grup musik beranggotakan 4 orang, 2 anggotanya yang merupakan saudara ,yaitu Maynard Plant dan Blaise Plant berasal dari Kanada. Monkey Majik telah berkarir sejak tahun 2000, dan penjualan album seperti Thank You, Sora Wa Marude, dan Time cukup laris di Jepang.  Lagu yang membuatku mengenal mereka  adalah Sunshine dan Fast Forward yang dijadikan Opening Song Anime Nurarihyon no Mago. Awal dengar pasti kita gak akan menyangka kalo vokalisnya bukanlah orang Jepang karena pelafalan bahasa Jepangnya yang bagus dan tidak kaku. Musik mereka easy listening, lagu lainnya yang perlu dicoba dengar diantaranya ada Around the world, Fly, Aishiteru, Story. Cek video musik mereka di Official Youtube Channel Avex.


Che'nelle
Penyanyi solois satu ini punya kualitas suara yang mengagumkan. Ia merupakan penyanyi yang lahir di Malaysia dan saat usia belia pindah dan tinggal di Australia. Lalu ia pun memutuskan untuk mencoba berkarir di Jepang. Awal aku mengenal Che'nelle yaitu ketika ketika ia mengcover lagu milik Ikimono Gakari yang berjudul Sakura. Che'nelle juga cukup populer di Jepang, penjualan albumnya seperti Luv Songs dan Believe pun sangat laris sehingga berhasil mendapatkan sertifikat platinum. Che'nelle banyak membawakan lagu ballad dan pop yang bertemakan cinta, dengan lirik perpaduan bahasa Jepang dan Inggris. Lagu – lagunya yang paling bagus diantaranya Baby I Love You, Believe, Happiness, Story. Cek video musik Che'nelle di Official Youtubenya disini.


Diana Garnet
Penggemar anime Naruto pasti tidak asing dengan nama ini. Ya, Diana Garnet yang aslinya berasal dari Amerika Serikat Ini pernah membawakan Ending Naruto yang berjudul Spinning World. Di lagu tersebut ia mampu membawakan lagunya dengan semangat dan keren. Karirnya diawali pada tahun 2013, saat itu ia mengikuti kompetisi bernyayi Nodojiman the! World dan berhasil memenangkannya, serta mendapatkan kontrak menjadi penyanyi dibawah naungan label Sony Music. Suaranya yang powerful sangat enak didengarkan, pada awal debutnya ia sempat merilis album kompilasi yang berisi banyak cover lagu musisi terkenal Jepang, seperti lagu Arigatou milik Ikimono Gakari, Sobakasu milik Judy and Mary, serta masih banyak lagi. Yang ingin coba dengar lagunya, cek Official Youtube Diana disini.



JY
Kang Ji Young merupakan mantan member girlband Korea Selatan yang bernama KARA. Sayangnya walaupun girlband tersebut sangat populer, mereka tidak mampu mempertahankannya dan Ji Young memutuskan keluar dari girlband tersebut pada tahun 2014. Saat itulah Ji Young memilih untuk bersolo karir sebagai musisi dengan menggunakan nama panggung JY. Aku mengenal lagunya sejak ia mengisi soundtrack Dorama Suki Na Hito Ga Iru Koto pada tahun 2016 dengan judul lagu yang sama dengan dorama tersebut. Sejak saat itu ia juga kembali aktif merilis lagu berbahasa Jepangnya.
Lagu tersebut bisa didengarkan di Official Youtube JY disini.


Boa
Awal debut Boa lebih aktif berkarir di Jepang daripada di Korea Selatan dan menghasilkan banyak album yang merajai chart Oricon. Debutnya di Jepang dengan album Listen to My Heart pada tahun 2002 mendapatkan hasil penjualan yang tinggi dan menjadikannya sebagai artis Korea Selatan yang paling sukses berkarir di Jepang. Semenjak mengisi soundtrack anime Inuyasha yang berjudul Every Heart, banyak orang juga semakin tertarik dengan penyanyi solois ini. Penjualan album selanjutnya juga mampu medapatkan penghasilan yang tinggi dan namanya pun semakin populer di Asia.


[Review] Your Lie in April ( Shigatsu wa Kimi no Uso)


Your Lie in April merupakan film yang dirilis tahun 2016  bergenre musical & teen-romance yang ceritanya berdasarkan manga populer karya Arakawa Naoshi. Sebelumya kisah dalam manga  juga telah diadaptasi menjadi anime dan disiarkan pada Oktober 2014-Maret 2015. Tokoh utama diperankan oleh Yamazaki Kento sebagai Arima Kosei dan Hirose Suzu sebagai Miyazono Kaori.

Story :
Mengisahkan tentang Arima Kosei, seorang pianis yang sejak usia belia sudah terkenal dan dianggap jenius. Gaya permainan pianonya yang dingin dan kaku membuatnya mendapat julukan "Human Metronome". Hal ini bukan tanpa sebab, Kosei sejak kecil sudah dididik dengan keras oleh ibunya dan terus memaksanya bermain piano dengan sempurna. Kehilangan ibunya membuat Kosei menjadi trauma dan tidak mau kembali bermain piano dengan serius. Di sekolahnya, Kosei bersahabat dengan Sawabe Tsubaki dan Watari Ryota, merekalah yang selalu bersama dengan Kosei setiap harinya. Suatu ketika Watari dan Tsubaki mengajak Kosei berkumpul di taman untuk memperkenalkannya pada seorang perempuan. Karena tak kunjung datang, Kosei pun berkeliling di sekitar taman dan melihat seorang perempuan dengan ceria bermain pianika bersama anak - anak. Mengira Kosei adalah seorang mesum yang mengamatinya, perempuan itu langsung menghampiri Kosei dan berniat menghukumnya. Tepat saat itulah Tsubaki dan Watari datang dan memperkenalkan perempuan tersebut sebagai Miyazono Kaori, seorang violinist. Kosei lalu diajak untuk menonton kompetisi musik yang akan diikuti oleh Kaori. Dengan bujukan Kaori, Kosei yang awalnya enggan pun akhirnya menurutinya dan menjadi sangat kagum setelah melihat kemampuan Kaori bermain biola. Kaori lolos kompetesi itu, dan lagi - lagi ia memohon kepada Kosei untuk
menjadi pengiringnya dalam kompetesi selanjutnya dan Kosei pun menyanggupinya. Saat mereka tampil, Kosei kembali merasakan trauma akan masa lalunya, ia tidak bisa mendengar suara piano dan menjadi semakin canggung. Namun Kaori tetap tenang dan melanjutkan permainannya, melihat kesungguhan Kaori lantas memberikan Kosei semangat untuk melanjutkannya. Kosei yang awalnya pemurung dan sangat menghindari piano, perlahan menjadi ceria berkat dukungan dan keberadaan Kaori di sisinya. Namun, dibalik keceriaan Kaori ternyata ia menyimpan banyak kebohongan yang mengharuskan Kosei berusaha tegar menghadapi hal tersebut dan tetap bermain piano demi Kaori.




My Review :
(+) Kisah cinta pada film ini sudah sangat sering ditemui, keadaan yang menyedihkan mengharuskan mereka tetap tegar menjalani hari - harinya , yang membuat menarik dan berbeda adalah genre musical nya, dimana karakter Kaori sebagai viloinist yang punya idealis bermain musik dengan bebas sedangkan Kosei sebagai pianist yang kaku. Kita akan disuguhi beberapa penampilan konser musik klasik yang indah. Lagu ending yang menyentuh dibawakan oleh Ikimono Gakari berjudul Last Scene, rekomendasi banget buat didengerin. Cinematography yang keren menampilkan setting kota dengan baik, jalanan yang ditumbuhi pohon sakura yang bermekaran juga bikin betah banget nontonnya. Dibandingkan dengan kisah cinta Kosei dan Kaori, aku justru lebih merasa tersentuh dengan kisah Kosei dan ibunya. Disini kita jadi bisa merasakan kesedihan dan ketakutan Kosei akibat masa lalu yang tidak menyenangkan. Pemeran Kosei saat kecil yang emosional juga bagus aktingnya dan mampu membawakan perannya dengan baik.
(-) Karena sudah menonton versi animenya, aku jadi kurang menikmati film ini, karakter Kaori dan Kosei sebenarnya sudah diperankan cukup baik oleh Kento dan Suzu, namun aku seperti kurang mendapatkan feel-nya. Bagi yang sudah sering menonton film dengan konsep seperti ini juga pasti merasa ceritanya sudah cukup klise serta membuat ending tidak terlalu mengejutkan dan mudah ditebak.

Final Score :
Story : 3.5/5
Characters : 3.5/5
Cinematography : 4/5
Musics : 4/5





[Review] Tomorrow I Will Date With Yesterday's You

Tomorrow I will Date With Yesterday’s You atau judul dalam bahasa jepangnya Boku wa Ashita, Kinou no Kimi to Date Suru, adalah film bergenre romance yang rilis di jepang tahun 2016 lalu. Diperankan oleh Fukushi Shota sebagai Minamiya Takatoshi dan Komatsu Nana sebagai Fukuju Emi. Film ini diadaptasi berdasarkan novel karya Nanatsuki Takafumi dengan judul yang sama.

Story :
Berkisah tentang perjalanan cinta Takatoshi dan Emi. Awal pertemuan mereka adalah di dalam kereta, ketika Takatoshi sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya. Saat itulah ia tak sengaja melihat Emi dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Takatoshi segera mengejar Emi saat turun dari kereta  dan menyatakan perasaannya. Emi menanggapinya dengan positif, namun ia mengaku tidak memiliki ponsel saat Takatoshi menanyakan alamat emailnya. Takatoshi yang merasa ditolak secara halus menjadi sedikit kecewa, namun Emi meluruskan pemikiran tersebut dan justru mengajaknya kembali bertemu di tempat yang sama. Takatoshi pun menjadi kembali bersemangat dan kembali bertemu dengan Emi keesokan harinya. Mereka mulai berkenalan dan menceritakan latar belakang kehidupan masing – masing. Hubungan mereka semakin dekat dan akhirnya berpacaran. Namun, Takatoshi mulai merasakan beberapa keanehan, seperti kebiasaan Emi yang sangat mudah menangis dan beberapa hal yang ia telah ketahui terlebih dahulu sebelum terjadi. Emi pun akhirnya mengungkapkan rahasianya tentang Ia yang sesungguhnya berasal dari dunia paralel dan memiliki jalan waktu yang berbeda dengan Takatoshi sehingga dapat mengetahui kejadian yang dianggap Takatoshi sebagai masa depannya, namun masa lalu bagi Emi. Takatoshi tidak mundur mengetahui kenyataan tersebut dan tetap berusaha mempertahankan perasaannya terhadap Emi, walaupun perlahan muncul banyak masalah yang mulai membuat keteguhannya mulai goyah.



My review :
(+) Film ini bertemakan "Time", tapi bukan tipikal drama atau film jepang yang biasanya menceritakan time traveler, seperti kembali ke masa lalu/masa depan dengan cara yang ajaib. Tapi lebih menekankan pada hubungan yang kompleks antara sepasang kekasih yang memiliki aliran waktu yang berbeda, yaitu Emi memiliki waktu berjalan mundur dan Takatoshi sebaliknya. Perasaan saat menonton film ini awalnya agak bingung, dan setelah mengetahui penjelasan konsepnya yang ternyata sangat unik dan menarik,  jadi semakin penasaran bagaimana akhir kisah mereka.
Setting berada di kota Kyoto, jadi akan banyak terlihat tempat –tempat cantik bernuansa tradisional yang didukung dengan cinematography yang bagus. Karakter kedua tokoh utama ini juga diperankan dengan baik, Fukushi Shota mampu menampilkan sifat Takatoshi yang cenderung kikuk dan canggung, serta Emi yang diperankan Komatsu Nana bersifat lembut dan ramah. Sepanjang film kita akan merasa sangat heartwarming karena iringan musik yang mellow serta hubungan keduanya yang saling menghargai dan mencintai satu sama lain, namun perlahan menjadi semakin sedih menuju akhir, bahkan mampu membuat menitikkan air mata apabila sangat mendalami perasaan pasangan ini. Ost yang dinyanyikan oleh Back Number yang berjudul Happy End  juga bagus dan pas banget buat mengiringi nuansa mellow film ini.



(-) Sepertinya bagi beberapa orang yang kesulitan menerima konsep waktu di film ini, akan merasa sedikit bingung dan malah mempermasalahkannya. Pace film agak lambat, karena apabila tidak ditonton dengan mood yang baik pasti akan merasa sedikit membosankan dan ingin segera mengetahui endingnya. Walaupun menghadirkan kisah yang sedih, tapi bukan tipikal film yang bisa bikin menangis tersedu – sedu, justru jadi merasa sedikit tidak rela dengan endingnya  yang pointless. Pengarangnya membuat akhir kisah cinta yang bisa dikatakan bittersweet banget karena kenyataan yang mereka jalani sangat indah namun juga menyakitkan dan tidak bisa berbuat apapun untuk melawan takdir tersebut.

Final Score
Story : 3.5/5
Characters : 3.5/5
Cinematography : 4/5
Music : 4.5/5








[J-Pop] Shota Shimizu, Penyanyi R&B "One in a Million Soul Singer"

Jika ditanya nama Shota Shimizu, penggemar J-musics di Indonesia sepertinya mayoritas saat ini masih tidak mengenal nama ini, bahkan nama-nya pun masih kurang terdengar di berbagai forum diskusi. Shota Shimizu adalah penyanyi Jepang yang membawakan genre musik R&B, suaranya yang lembut dan juga easy listening membuatnya sempat mendapatkan julukan "one in a million soul singer" oleh salah satu surat kabar lokal di New York setelah penampilan sebelum debutnya di sana. 
Menurutku, lagu - lagu dari penyanyi ini terdengar sangat nyaman, selain didukung oleh musik yang ringan ala Pop dan R&B serta suara Shota yang juga bagus. Kemampuan bernyanyi bahasa inggrisnya juga tidak diragukan. Shota memulai debutnya sudah cukup lama, yaitu sejak tahun 2008. Jika dilihat dari riwayat penjualan lagu di Oricon, album serta single Shota sempat meraih angka penjualan yang tinggi, terutama saat awal debutnya dimana single Home menjadi hit, begitu pula album Umbrella dan Journey-nya. Buat kalian yang penasaran, coba saja dengar lagu Shota yang bisa dibilang "fresh" ini ditengah gempuran lagu - lagu idol group ataupun Jrock yang sangat bersemangat , kamu bisa coba denger lagunya berikut ini :


My Boo

x

Lagu yang enak banget didengerin saat santai, tempo lagunya sedang serta iringan musik yang minimalis. Menceritakan tentang cinta terhadap seseorang dan selalu ingin berada di sisinya. MV lagu ini juga dibuat ala virtual date sehingga penonton akan merasa seperti sedang dating dengan Shota. 


Hanataba no Kawarini Melody Wo 
Judul lagunya yang panjang suka bikin susah inget. :D Makna dalam bahasa inggris yaitu I'll give this melody, instead of bouquet. Liriknya sangat manis dan tempo lagunya ballad, menceritakan cinta yang dalam terhadap seseorang dan sangat cocok dengan MV nya yang sangat menyentuh, menceritakan pernikahan sepasang kekasih. 






Fire
Sesuai judulnya, lagu ini cukup bikin emosional saat didengarkan. Lagu ini mengisahkan tentang konflik dan hubungan yang rumit sepasang kekasih. 

Aishiteru
Kamu yang ingin mendengarkan lagu bertema jatuh cinta bisa coba dengerin lagu ini. 
Tempo lagunya ballad dan cukup bikin baper saat didengarkan.


Dream
Lagu ini yang bikin aku sangat tertarik dan penasaran dengan Shota. Dream merupakan OST J-drama Nazo no Tenkosei. Wajib coba buat pemula, very easy listening ! Lagu ini menceritakan tentang "mimpi", di MV dikisahkan berbagai orang yang memiliki mimpi yang berbeda - beda dan dapat mewujudkan mimpi tersebut dengan dukungan orang - orang sekitar yang mencintainya 


Woman Dont Cry 
Lagu motivasi nih ! terutama buat para cewek. MV-nya menceritakan tentang seorang wanita karir yang mengalami berbagai tekanan sosial di hidupnya, kadang terlihat sangat tangguh namun ada kalanya ia sedih dan putus asa. 


Love Forever
Shota juga sempat berduet dengan solois J-Pop lainnya, yaitu Miliyah Kato dan menghasilkan lagu hits berjudul Love Forever. Lagu ini juga rekomendasi banget buat didengerin.
Buat kalian yang ingin coba menonton MV lagu - lagu tersebut, coba cek Official Youtube Shota disini.

[Review] ReLIFE


J-Movie satu ini merupakan live action dari web comic berjudul sama yang juga telah diangkat menjadi anime sebanyak 13 episode pada tahun lalu. Cerita yang seru membuat animenya menjadi banyak diperbincangkan dan cukup populer. Tentunya semakin menarik saat diangkat menjadi live action dengan cast yang keren - keren, diantaranya Nakagawa Taishi sebagai Kaizaki Arata, Taira Yuna sebagai Hishiro Chizuru, serta Yudai Chiba sebagai Yoake Ryo.

Story :
Kaizaki Arata, seorang pria dewasa berusia 27 tahun yang mengalami kesulitan hidup dan depresi karena di usianya tersebut ia masih belum mendapatkan pekerjaan yang layak . Kehidupannya semakin berat menjadikannya semakin tertekan dan putus asa. Di saat itulah muncul Yoake Ryo, seorang pegawai dari laboratorium eksperimen ReLIFE, menawarkan Arata untuk menjadi objek percobaan ReLIFE dengan segala kebutuhan ditanggung oleh perusahaan eksperimen tersebut. Arata yang saat itu mabuk pun tidak menyadari apa yang dilakukannya, yaitu meminum pil ReLIFE dan menjadikan penampilannya kembali muda. Arata yang panik akan perubahan tersebut kembali didatangi oleh Yoake Ryo dan ia menjelaskan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya Arata menyanggupinya dan ia kembali ke SMA untuk menyamar menjadi siswa serta menjalani keseharian sesuai dengan kontraknya dengan ReLIFE.
Disanalah Arata bertemu dengan orang - orang baru dalam hidupnya dan harus berusaha menahan ego serta sifat "Om-Om"nya dengan siswa SMA yang terpaut umur jauh di bawahnya. Arata mulai dekat dengan Hishiro dan tanpa sadar mulai tumbuh rasa suka dengannya. Arata  mengalami banyak pengalaman dan petualangan yang membuatnya kembali semangat untuk menjalani hidup, namun ternyata rasa sukanya pada Hishiro membuatnya sedih dan tidak ingin melupakan kenangan tentangnya serta teman - teman barunya itu . . .


                                                                            
My Review :
 (+) Cerita yang simpel, heartwarming dan memiliki banyak pesan moral. Film ini juga menarik karena punya Opening song ala anime .Cinematography film sangat enak dipandang, para pemain pun memerankan karakter dengan cukup baik. Adegan hujan ditengah matsuri, jalan - jalan, serta kokuhaku Arata jadi favorit banget. Menonton film ini akan mengingatkan kita untuk selalu semangat serta menghargai saat - saat bahagia yang terjadi dalam hidup yang mungkin tidak akan kembali terulang.

(-) Beberapa karakter kurang digali lagi kisahnya, seperti hubungan antara Kariu dan Oga (sebenernya bukan masalah besar sih), ending juga terasa begitu menggantung, jadi mengingatkan dengan ending anime movie Kimi no Na Wa, sepertinya sengaja supaya penonton dapat membayangkan akhir yang bahagia versi mereka sendiri.

Score :
Story : 4/5
Characters : 3.5/5
Cinematography : 4/5
Musics : 3.5/5

- Copyright © 2013 Natsukoi-pop | Review | J-musics | Dorama | J-Movies | etc . . . - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -